(Merayakan tahun keempat saya fangirling
K-Pop!) Saya rasa emang udah saatnya saya
buka mulut tentang hal ini disini.Saya mau cerita tentang bagaimana pertama kali saya kerasukan arwah fangirl
serta dinamika perasaan saya terhadap K-Pop hingga saat ini.
The Fateful Day
Di suatu hari di awal bulan yang
membosankan, saya sedang sangat bosan di depan laptop dengan koneksi internet
cepat tanpa batas yang saya ngga tahu mau saya pake apa. Karena saya orangnya
ngga suka rugi, saya pun mulai berselancar tanpa arah tujuan yang jelas. Angin
membawa saya... dan sampailah saya pada halaman Youtube iklan BB Cream-nya
SHINee yang
ini .
The hell is this? Kata saya saat itu yang masih ngga
ngerti kenapa ada iklan yang sebegitu cheesy sampai rasanya gigi saya linu.
Tapi ada sesuatu di video itu yang bikin saya ngeklik tombol
play berulang kali. Sesuatu itu adalah
laki-laki muda luar biasa kece yang berdasarkan riset saya di Wikipedia bernama
Choi Minho. Yes, you could say it was love at first sight.
 |
| They're sexy and you know it. |
SHINee mengantarkan saya ke dunia
entertainment Korea dimana artis-artisnya super serius soal musik mereka. Dari sana saya mulai kenal sama
SNSD, dan saya kembali menemukan fakta
yang menakjubkan: persiapan mereka selama bertahun-tahun sebelum debut. Fakta bahwa mereka semua bener-bener totalitas mewujudkan impian mereka just
awe me.
 |
| run, devil devil run run. |
Saya
jadi semakin yakin bahwa they’re all worth
the love. K Pop stars are more than just pretty faces and talent, they’re also
hardworkers, and they’re devoted to their fans – you’d know this dari totalitas
mereka di panggung yang jarang banget lip-syncing. Of course, fakta yang
terakhir harusnya bukan sesuatu yang menakjubkan di dunia musik (duh, penyanyi
ya nyanyi lah) yang sedihnya, makin
jarang bisa kita temuin di negeri kita sendiri.
And so it goes on and on, dan makin
hari televisi makin jadi benda mati yang semakin membosankan karena terus menayangkan
hal-hal yang kualitasnya jauh ketinggalan di banding video-video indie talents di
Youtube atau Dailymotion. Meanwhile, kalian bisa bayangkan
sendiri gimana kelanjutan perjalanan saya sebagai fangirl; download video ini
itu, mp3 ini itu, squeeing over
gazillions of pictures, even trying to remember their lyrics and choreography. Yes,
I was a big otaku, and still pretty
much so, meski tingkat fangirling saya ngga sampe mantengin site gossip tiap
kali online ataupun bakal sampe bunuh diri kalo salah satu bias saya ternyata in a relationship (saya ngga bikin-bikin,
ada kok fangirl macam ini).
Jadi, disini saya nyatakan diri
saya sebagai mild fangirl yang bakal
puking rainbows over music, videos and photos, but not more. Bahkan, saya bisa
aja bener-bener ngga suka sama satu konsep yang bias saya bawa di video atau lagu baru mereka. Saya ngga cinta
buta.
Them Biases
Awalnya, saya bertekad bakal cuma
supporting SHINee sampai liang kubur. Hal pertama yang jadi magnet buat diri
saya adalah lagu dan koreografi mereka, dan saya ngga kaget waktu tau bahwa
ternyata salah satu koreografernya adalah dancer
yang emang udah lama banget saya suka: Rino
Nakasone.
Saya amazed sama dancing skill Taemin. Saya juga suka banget sama
suaranya Onew. Minho has
a pretty face but that’s it, setelah beberapa lama saya juga jadi ngga tahu
apalagi dari diri dia yang bisa saya eksplor. Personality wise, I didn’t find
them interesting... meski kalau mereka ampe bubar saya juga bakal sedih.
Banget.
Jadi, menurut saya, ada hal lain
selain musik dan talenta yang juga menentukan kualitas entertainer: personality. Dan karena mereka adalah
entertainer, they should at least entertain
people. Take Jo Kwon, or maybe
the rest of 2AM members yang selain punya
vocal worth of a million, tapi juga sering bikin orang jadi ikutan fun tiap
kali liat mereka show. SNSD juga
punya charm tersendiri yang loveable;
low-profile, cheerful (rame lebih tepatnya, girls will be girls), dan apa
adanya.
Another thing that I love about my biases are their humbleness. Ngga sok ngartis atau sok
eksklusif. Their jokes are genuinely funny, bukan ga jelas atau ngeselin. Honestly,
bahkan 2PM yang god-lookings aja
saya pikir sedikit boring karena jokes dan tingkah mereka ngga lucu, no matter
how hard they’re trying to. They’re just loud. No offense. Saya bahkan jauh
lebih intens nontonin Running Man
yang member-membernya ahjussi (om-om) tapi
bener-bener bisa bikin saya ketawa sampai menitikkan air mata.
Dan lagi, ternyata both SHINee
dan SNSD ngga nyiptain lagu-lagu mereka sendiri. Mungkin ada beberapa, tapi
sisanya, kebanyakan adalah ciptaan orang lain. Which is okay, karena mereka
udah ngebantu para pencipta lagu yang mungkin ngga bisa ngebawain lagu itu
dengan baik, tapi saya ngerasa hal itu bikin mereka jadi kurang independen.
Saya jadi takut ngebayangin apa yang akan terjadi kalo misalnya kontrak mereka
habis. Mungkin masih ada yang bisa going
solo, tapi gimana sama yang lainnya? Mungkin itu kenapa mereka jadi
terkesan ngga punya pilihan selain kerja keras selama mereka masih terikat
kontrak. Kalau ngga salah, member SNSD bahkan
ada yang sempat pingsan waktu tur ke Eropa. Eksploitasi talenta... and that’s
just too sad.
Saya sempet lost faith, meski
masih tetep support mereka (yang semakin kurus setiap harinya, hiks) dan saya
juga sampe sekarang masih kuciwa sama SMEntertainment
terutama sejak SNSD ngeluarin MV Time
Machine dan SHINee dengan Sherlock-nya.
Nuff said, they’re both a letdown.
Fantastic Babies
Di tengah semua itu, saya
berkenalan dengan
BIGBANG. Telat
banget, I know. Mereka udah debut sejak saya SMP dan saya juga baru inget kalau
saya sering liat MV mereka di tv beberapa tahun yang lalu.
Saya sempet hesitant waktu pertama kali 'kenal lagi' sama mereka. Mungkin karena
penampilan mereka ngga extraterrestrial belum kenal aja. I won't deny it, di setiap grup pasti ada lah yang jadi
bait buat fangirls dan butuh waktu agak lama buat saya untuk akhirnya
took that bait, ngga semudah waktu saya mengidolakan SHINee dulu. It wasn't so easy to love them.
And when I talk about bait, I meant these two people. Mereka adalah dua orang yang berpengaruh paling besar terhadap ketertarikan awal saya ke BIGBANG:
 |
| GD&TOP 's"Knock Out" |
Video "Knock Out" juga susah banget ditonton dengan kedua mata berbinar atau mulut yang memuntahkan pelangi. Konsepnya emang bagus, tapi saya harus ngarti dulu mereka ngomongin apa (google search: "knock out lyrics eng translation") baru bisa bilang "awesome!" sepenuh hati.
Kemudian masuklah saya ke tahap
orientasi. Di tahap ini, saya mulai nonton talkshow dimana BIGBANG jadi bintang tamu. Talkshow yang saya tonton pertama kali adalah
Healing Camp yang intinya ngomongin insiden kecelakaan mobilnya Daesung yang korbannya meninggal dunia (sampe dia dibilang
murderer) dan GD yang diperiksa polisi karena terbukti pernah make
marijuana. Lewat Healing Camp dan beberapa talkshow lainnya, saya juga jadi tahu bahwa GD is a
freakin music genius dan lebih penting dari itu, he's also very down to earth.
"Magnificent yet quiet.
I don’t know if these two words are suitable to describe him, but it’s
the first thought I had when I first saw G-dragon. Then I suddenly
realized…Ah, perhaps he only uses music to speak to people."
- CeCi Magazine
And so that's how I get into BIGBANG. And I can honestly say that they’re just exactly what I need.
World-renowned talents of Asia Pacific, though not perfectly god-looking like other boybands out there, they
have Quality (yes, with capital Q).
Musik mereka more than just okay, and their live performances aren’t like any
other. Kalo boyband biasanya stick to the choreo no matter what (yang bikin jadi
boring setelah berulangkali live di tv) BIGBANG
ngelakuin apa aja yang mereka mau diatas panggung. Dari situ saya bisa nilai
bahwa mereka truly enjoy music, sepenuh hati. Mungkin, karena lagu-lagu itu
adalah ciptaan mereka sendiri. You can relate to their emotions, it’s almost like
they’re conversing through their music.
Nilai plus yang lain adalah
mereka bener-bener entertaining. They made me laugh, and not just because they’re
cute but actually really funny. Entah itu jokesnya Daesung atau cerewetnya Seungri,
Taeyang bluntness, voice
imitationsnya GD atau dance bingunya TOP.
We all know they’ve been through a lot (terutama
Daesung &
GD) tapi mereka masih bisa
ngebuktiin
bahwa
5 years jinx yang bilang bahwa
boyband ngga akan tahan lebih dari 5 tahun itu salah. As for now, BIGBANG is my
ultimate bias. As I said, they’re exactly what I need; satisfying in both
musicality and personality. Proving that
the 5 years jinx is wrong, they’re even stronger and bolder than ever. So yeah,
they’ve won my best of respect.
The last time I heard they’re renewing their
contract with YG Family for another 5 years. They’ve ended their promotion for
this album, and I wish to see their comeback soon!
 |
man, forget what I said earlier about non-extraterrestrial.
They're all gorgeous in their own way.
Like super gorgeous. |
So that was my essay on me being a fangirl.
Let me quote something to wrap this up.
"You aren't loving idols cause they're extraterrestrial, but it's
because you love them that they're becoming more and more extraterrestrial."
-
Thunderpaw